Warna-warna Dunia nina

Blog EntryBeautiful MindJul 3, '08 3:13 AM
for everyone

Hari ini sengaja saya tidak mau diantar suami ke tempat belajar bahasa Jepang. Saya bilang saya mau naik bis saja. Biar nanti kalo ditanya sama ibu Sensei (guru) saya punya cerita pengalaman saya pagi ini.

Ketika hendak menyeberang ke halte bis, di halte itu saya liat sudah ada seorang bapak yang duduk di bangku, sepertinya beliau juga sedang menunggu bis.
Begitu saya tiba di halte, si bapak berdiri dari tempat duduknya dan berdiri di samping saya. 

Saya ucapkan selamat pagi pada beliau.
Beliau langsung menebak bahwa melihat kulit saya yang hitam, mata saya yang 2 kali lebih besar dari mata beliau, dan penampilan saya yang kata Haley ndeso look () saya pasti bukan orang Jepang.

Sebisa mungkin saya menjawab pertanyaan beliau dalam bahasa Jepang yang sopan (dalam bahasa Jawa pake krama inggil, gitu) sesuai ajaran ibu guru bahasa Jepang saya.

Melihat saya agak gelagapan dalam unggah-unguh bahasa saya, tanpa saya sangka si bapak langsung ganti bahasa yang lebih mudah saya pahami, bahasa Inggris.

Saya kaget bukan kepalang.
Melihat umur beliau yang tidak muda lagi tapi demikian fasih berbahasa Inggris.
Di desa Samukawa lagi!

Lebih kaget ternyata beliau adalah lulusan Tokyo University.
Lebih-lebih kaget lagi beliau mengaku seorang pasien mental hospital!
Tanpa sungkan dan dengan jujur dia mengaku sejak usia muda mengalami ketidakstabilan jiwa. Setiap Kamis beliau pergi ke Fujisawa untuk mendapatkan perawatan dan mengambil obat yang harus diminum menjelang tidur.
Kata beliau lagi, tapi sekarang saya sudah baik.
Mungkin beliau berkata begitu biar saya ndak takut, ndak nyangka bahwa beliau gila dan bakalan ngamuk saya.

Sama sekali saya tidak merasa takut.
Dan tidak menyangka yang tidak-tidak.

Di dalam bis yang membawa saya ke Chigasaki, saya teringat film yang dibintangi Sherryl eh Russel Crow, Beautiful Mind. Kisah sang genius yang tragis tapi beruntung beroleh istri yang demikian tabah dan setia. Tentang bapak itu, saya tidak tau apakah beliau beristri atau tidak. Yang tergores di benak saya, kecerdasan yang merupakan anugerah terkadang punya sisi lain yang tajam yang jika kita tidak hati-hati, bisa melukai jiwa.

Pesan saya pada diri sendiri dan anda, peliharalah otak anda dengan baik.
Jika terlalu diforsir, saya dan anda bisa kena penyakit mental.
Jika tidak dipergunakan sebagaimana mestinya, saya dan anda bisa kena penyakit pikun sebelum waktunya, atau bahkan alzheimer ......

10 CommentsChronological   Reverse   Threaded
zemoza wrote on Jul 3
otak manusia emang luar biasa. ada satu kisah juga mbak. kisah nyata dari seorang guru.

seorang guru diminta mengajar para murid yang hiperaktif. sang guru masuk ke kelasnya, dan mendapati semua siswa bergerak kesana-kesini, sangat atraktif, gak mendengarkan si guru ngomong.

guru kemudian ngeliat absennya, dan disetiap nama siswanya, ada nomor dari 140-160. dalam hati guru "pantes mereka sangat atraktif, IQ mereka tinggi-tinggi semua". akhirnya sang guru ngomong, "kalian gak boleh mengabaikan orang lain. kalian harus menggunakan kecerdasan kalian yang luar biasa, yang diberikan tuhan yang gak diberikan ke orang lain." dan kata-kata motivasi lainnya. lama kelamaan semua anak menjadi tenang, tertib, dan hasilnya melebihi kelas-kelas lainnya.

suatu hari kepala sekolah lewat depan kelasnya, ngeliat semua anak lagi tekun ngerjain essay. sang guru dipanggil, "bagaimana cara kamu melakukan ini, nilai mereka melebihi kelas-kelas lainnya."

sang guru bilang, "lho, wajar kan. IQ mereka tinggi-tinggi."
kepala sekolah, "IQ mereka tinggi? mereka itu anak catat mental. kemampuan berfikirnya lemah."
sang guru, "lho, lalu catatan IQ di daftar absen mereka?"
kepala sekolah, "itu bukan catatan IQ, itu nomor lemari mereka.... "
sang guru, "terserahlah.... "

semua manusia itu genius, kita hanya harus memberikan perhatian... ^_^
ninaharada wrote on Jul 3
kalo itu, saya jadi inget film Rainman .....
kuesyafina wrote on Jul 3
nice writing mbak., ..
wiwieks wrote on Jul 3
beautiful mind...aku juga sangat terkesan dengan film ini. bagaimana si John Nash (Russel Crowe) bisa mengatasi EQ dan IQ - nya dengan baik, dia sadar dan jujur bahwa dia sakit dan ingin sembuh, itu yang terpenting. aku salut sama Bapak itu :-)
riditafamily wrote on Jul 3
Ceritanya manize sekali, gaya ceritanya jg lebih manis....
eddyjp wrote on Jul 3
Pengalaman yang menarik Nina, IQ tinggi EQ jongkok jadinya QQ..he..he..he..ajarin bahasa Jepun dong :))
ninaharada wrote on Jul 3
nice writing mbak., ..
makasih ....
ninaharada wrote on Jul 3
wiwieks said
dia sadar dan jujur bahwa dia sakit dan ingin sembuh
la ya itu yang penting bukan?
yang syusyeh kalo emang beneran sakit tapi gak rumangsa ....
ninaharada wrote on Jul 3
eddyjp said
ajarin bahasa Jepun dong
ntaaarrr yaaa ... kalo udah pinter ... sekarang kan lagi belajar .... biar gak malu-maluin ... :))
ninaharada wrote on Jul 3
Ceritanya manize sekali, gaya ceritanya jg lebih manis....
lebih manis lagi yang cerita ... hahahaaaa ... narsis!!!!
makasih ....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help