Hari ini sengaja saya tidak mau diantar suami ke tempat belajar bahasa Jepang. Saya bilang saya mau naik bis saja. Biar nanti kalo ditanya sama ibu Sensei (guru) saya punya cerita pengalaman saya pagi ini.
Ketika hendak menyeberang ke halte bis, di halte itu saya liat sudah ada seorang bapak yang duduk di bangku, sepertinya beliau juga sedang menunggu bis.
Begitu saya tiba di halte, si bapak berdiri dari tempat duduknya dan berdiri di samping saya.
Saya ucapkan selamat pagi pada beliau.
Beliau langsung menebak bahwa melihat kulit saya yang hitam, mata saya yang 2 kali lebih besar dari mata beliau, dan penampilan saya yang kata Haley
ndeso look (

) saya pasti bukan orang Jepang.
Sebisa mungkin saya menjawab pertanyaan beliau dalam bahasa Jepang yang sopan (dalam bahasa Jawa pake krama inggil, gitu) sesuai ajaran ibu guru bahasa Jepang saya.
Melihat saya agak gelagapan dalam unggah-unguh bahasa saya, tanpa saya sangka si bapak langsung ganti bahasa yang lebih mudah saya pahami, bahasa Inggris.
Saya kaget bukan kepalang.
Melihat umur beliau yang tidak muda lagi tapi demikian fasih berbahasa Inggris.
Di desa Samukawa lagi!
Lebih kaget ternyata beliau adalah lulusan Tokyo University.
Lebih-lebih kaget lagi beliau mengaku seorang pasien mental hospital!
Tanpa sungkan dan dengan jujur dia mengaku sejak usia muda mengalami ketidakstabilan jiwa. Setiap Kamis beliau pergi ke Fujisawa untuk mendapatkan perawatan dan mengambil obat yang harus diminum menjelang tidur.
Kata beliau lagi, tapi sekarang saya sudah baik.
Mungkin beliau berkata begitu biar saya ndak takut, ndak nyangka bahwa beliau gila dan bakalan ngamuk saya.
Sama sekali saya tidak merasa takut.
Dan tidak menyangka yang tidak-tidak.
Di dalam bis yang membawa saya ke Chigasaki, saya teringat film yang dibintangi Sherryl eh Russel Crow, Beautiful Mind. Kisah sang genius yang tragis tapi beruntung beroleh istri yang demikian tabah dan setia. Tentang bapak itu, saya tidak tau apakah beliau beristri atau tidak. Yang tergores di benak saya, kecerdasan yang merupakan anugerah terkadang punya sisi lain yang tajam yang jika kita tidak hati-hati, bisa melukai jiwa.
Pesan saya pada diri sendiri dan anda, peliharalah otak anda dengan baik.
Jika terlalu diforsir, saya dan anda bisa kena penyakit mental.
Jika tidak dipergunakan sebagaimana mestinya, saya dan anda bisa kena penyakit pikun sebelum waktunya, atau bahkan alzheimer ......