Yang jelas, anjing milik orang Jepang pasti kopen (keurus). Makanannya enak, kandangnya bagus, kesehatannya terjaga. Kalau sakit dibawa ke klinik binatang yang biayanya biasanya lebih mahal daripada jika yang sakit yang empunya anjing.
Untuk bisa memelihara seekor anjing, jika beruntung bisa mendapatkannya secara gratis karena diberi oleh orang. Yang nggak gratis itu tetep vaksinnya. Yang pengen punya anjing tapi nggak ada yang memberi ya mesti beli. Harganya murah. Paling murah seekor anjing itu sekitar 89.000 yen diluar pajak dan vaksin. Yang termahal, tidak usah ditulis saja. Nanti anda kira saya bohong ..........
Pernak-pernik anjing orang Jepang juga heboh. Dari sepatu hingga baju hangat ada. Bahkan kalo matahari bersinar terang, ya pakai kacamata. Kalo perjalanan terlalu jauh ditempuh dan kaki takut jadi pegal, ya tinggal naik kereta dorong anjing. Kalo lagi gak pengen naik kereta dorong dan jalan-jalannya terlalu lama, ya minta gendong.
Enak jadi anjing di Jepang. Karena mereka itu bak anak sendiri bagi yang punya. Bahkan si empunya anjing menamakan diri mereka Okaasan (ibu) dan Otoosan(bapak) bagi si anjing. Si anjing sendiri hampir tidak pernah dipanggil Inu, anjing dalam bahasa Jepang. Tapi lebih sering disebut Wan-chan. Biar kyut, gitu. Dan sebutan chan biasanya ditujukan untuk anak-anak manusia, seperti anakku dipanggil tetangga dengan Aini-chan. Sementara tetanggaku itu memanggil anjing tetanggaku dengan Sakura-chan. Hohoho.
Saya lantas jadi berpikir, apakah karena itu orang Jepang jadi males punya anak manusia beneran ya? Kan kebutuhan mereka akan momongan sudah tersalurkan?
Lantas bagaimana dengan anjing punya orang Indonesia?
Mungkin keurus juga. Mungkin juga keurus tetangga. Mungkin juga keurus tukang sate Jamu seperti di kota saya, Solo.
Saya takut anjing. Karena waktu kecil pernah dikejar dan hampir digigit Herder besar milik penjual telor dekat rumah saya ketika berangkat sekolah.
Dan kampung saya hampir ndak ada anjinngya. Hampir. Satu tetangga saya ada yang punya. Alhamdulillah rumahnya gak jauh dari rumah saya, dan si anjing di rantai.
Yang menarik, menjadi anjing di Indonesia itu lumayan keren. Bisa jadi personifikasi jika seseorang marah. Anda pasti tau maksud saya .......
Jadi sebenarnya di Indonesia itu banyak anjing ya. Anjing beneran dan jejadian.
Heheheheee ......
(Posting dibuat untuk adik ipar saya Bintang dan adiknya yang lucu Milo)